Entri Populer

Senin, 16 Februari 2015

KISAH CINTA YANG TERPUTUS

Ini hanya terjadi sekali,
bukan dua kali,
Saat ini berlalu dengan cepat,
Seperti kilat melesat,
Hidup terlalu singkat,
Dan hanya di peruntukan
bagi mereka yang tabah,
Tegar dan setia,
Bila giliranmu tiba,
Raihlah segera kesempatan itu,
Sebab dalam sekedipan mata,
Cinta itu sudah lenyap,
Peluangnya sudah hilang,
Dan kau termangu dengan tangan hampa…
Sayangku,
Pasanglah telingamu,
Dan dengarkan bisikan takdir,
Jangan biarkan hatimu
Dicekam ketakutan,
Sebab semua penderitan,kesakitan,
kepedihan dan kehilangan itu akan sebanding
Dengan kebahagian yang kau peroleh,
Bila cinta sejati datang,
Jangan biarkan apapun menghalanginya

KEKASIH IMPIAN

Di saat bintang malam,
dan ketika di bawah langit surga,
hatimu menggemadi dunia para pujangga,

berhadapan, pada lempengan liang tembok
raksasa, ciptaan cinta, menginspirasikan
mimpi-mimpi yang merayu...

Semua diam, semua bisu, hanya badan
terlenggang pada lintasan angin malam...
jelajah putih merindukan cahaya
pagi dahagaku membawa kerinduan,
dalam lubuk merpati

Adakah nanti, bayangan yang menggelayut di hati.
jantung terus berdetak dan
hari mulai mengelok hari esok...
mungkinkah jalinan ini mengerut masa yang
ingin terus berlanjut dan,cinta abadi akan selalu ada... :)

SANG WAKTU

Namun unsur abadi dalam dirimu,
Tiada asing lagi,
tapi telah menyadari keabadian sang waktu,
Dan mengetahui bahwa hari kemarin tiada lain,
Dari kenangan hati ini,
dan hari depan merupakan impian masa kini dan
Bahwa apa yang bernyanyi, merenung diri dalam sanubari, 

sesungguhnyalah masih senanatiasa menghuni, ruang semesta, 
saat pertama, yang menaburkan bintang gemintang di angkasa raya.

Siapakah di antaramu yang tidak merasa,bahwa kemampuannya berkasih sayang tiada terduga?


Namun siapa pula yang tak menghayati bahwa kasih sayang sejati, walaupun tanpa batas, bersemayam dalam inti diri dan tiada bergerak dari satu perasaan kasih ke perasaan kasih berikutnya, 


Pun tiada melompat dari tindakan kasih ke tindakan kasih selanjutnya dan bukanlah sang waktu sebagai mana hakekat cinta – kasih, tiada mengenal batas ukuran sang waktu serta tak dapat di bagi?

Tapi apabila ada keharusan dalam pikiran untuk membagi

sang waktu. Kedalam ukuran musim demi musim maka biarkanlah tiap musim merangkum musim lainnya.

Serta biarkanlah masa kini selalu memeluk masa lampau dengan kenangan dan merangkul masa depan dengan kerinduan :)